Dari tadi saya sibuk sendiri. Niat hati mengisi blog yang lama terbengkalai, entah sengaja entah tidak, tapi malah menyibukkan diri mengutak atik hal-hal yang lebih menarik hati. Sebenarnya, bukan karena tidak tahu harus menulis apa. Mungkin lebih tepatnya, bingung memulai dari mana. Mengetik sebaris, menghapus dua baris.
Bicara soal ketik mengetik hapus menghapus, seringkali manusia memilih menulis lembar hidupnya sendiri. Patut sekali diingat, kita hanya punya tinta, tapi tidak punya penghapus. Salah, ya hanya bisa dicoret atau diurek. Sekalinya salah, bisa jadi Tuhan yang dipersalahkan. Kenapa bisa-bisanya memberi tinta tapi tidak memberi penghapus. Dalam beberapa kasus, bisa juga orang lain yang disalahkan. Kenapa bisa-bisanya membuat dia menulis sesuatu yang dirasa masuk akal untuk ditulis padahal sebenarnya tidak. Pertanyaannya, kenapa mau?
Ada orang yang sampai ekstrem merobek lembar hidupnya sendiri karena merasa lembar hidupnya sudah terlalu hitam. Atau mungkin, hanya berani sampai pada tahap berkeinginan demikian tapi setelah dipikir-pikir, sayang juga kalau lembarannya dirobek. Ada juga orang yang legowo membiarkan hidupnya penuh coretan. Biarkan saja, pikirnya, seperti iklan sabun cuci baju, tidak ada salah, tidak ada coretan, ya tidak belajar namanya.
Tapi, tahukah kamu ada hal yang patut diingat lainnya? Ini malah lebih penting tapi suka dilewatkan begitu saja. Layaknya keterangan di lembar ujian yang mungkin sering dianggap sepele oleh peserta ujian (misalnya: raut pensil terlebih dahulu, hitamkan dengan tepat lingkaran jawaban yang dinilai benar, dst), catatan kecil di atas lembar kehidupan ini juga sering dilewatkan begitu saja sebelum kita memulai mengisi lembar kehidupan yang baru. Bunyinya, SILAKAN TULISKAN APA YANG SAYA KATAKAN (pesan sponsor, he-he-he).
Terkesan diktator?
Tidak ah, soalnya ada kata "silakan".
Ini berarti ya kembali ke peserta ujian, eh, penulis lembar kehidupan maksudnya.
Sebenarnya, Tuhan sudah punya "lembar jawabannya".
DibacakanNya, lalu Dia minta kita tuliskan sesuai apa yang Ia bacakan.
Tapi, ya, namanya juga pilihan. Terserah kita mau ikut Dia atau tulis sendiri.
Sebenarnya, gampang memang kalau tinggal mengikuti apa yang Dia bacakan.
Tapi, memang ada kata-kata yang ejaannya sulit ditulis, ha-ha-ha...
Solusinya, minta Dia yang bantu ejakan katanya. Pasti bisa.
Jadi, tidak akan mungkin salah tulis lagi kalau mengikutNya, walau memang kadang-kadang susah, tapi bisa kita tulis kalau minta bantuanNya :)
Ada satu rahasia lagi.
Dia sebenarnya punya penghapusnya!
Tapi, Dia hanya bisa menghapuskan tulisan yang salah kalau kita jujur padaNya kita salah menulis dan ingin dihapuskan.
Jadi, lebih baik selalu ikuti perkataanNya supaya lembar hidup yang perlu ditulis selalu terisi baik :)
Selamat Paskah 2012!
No comments:
Post a Comment
Please share your thoughts as well... :)