June 1, 2011

Aku Sayang Ayah :,)

Sunyinya pagi mendadak rusak.
Gadis itu menangis sejadi-jadinya.
Suaranya melengking tak keruan.
Rasanya seperti bukan dia.
Dia sadar itu kembang tidur.
Dia hanya takut.

---

Entah dari mana entah kapan, tiba-tiba dia tahu kabar itu.
Ayahnya sudah berpulang.
Rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.
Benarkah berita itu?
Baru kemarin dia mendengar suaranya.
Baru semalam dia ditanyai kabarnya.

Dia belum siap.
Titik.
Dia tahu dia harus siap jika sewaktu-waktu ada yang dipanggil.
Tapi, itu tadi, dia belum siap.

---

Untungnya, itu cuma mimpi.
Tapi, dia mengerti itu bisa terjadi.
Tentu, jika Tuhan menghendaki.

---

Terdiam sesaat.
Termenung sejenak.
Seandainya itu benar...

Pikirannya lalu melanglang,
Jika begini, jika begitu...
Senyum di wajahnya,
Nasihat-nasihatnya,
Ketegasannya,
Rasanya belum siap ia relakan.

Lalu,
tangis itu kembali pecah,
mengusik damainya pagi

---

Di tempat lain, telepon berdering.
Tak ada yang mengangkat.
Di ujung sana, gadis itu cemas.
Lalu, dikirimnya pesan singkat.
Sembari menunggu, ia berdoa.

---

Telepon genggam itu bergetar.
Sebuah sms masuk.
Senyum mulai merekah di wajah gadis itu.
Napasnya sudah teratur.
Badannya lebih santai.
Hatinya berujar, "Aku sayang Ayah."

---

Terima kasih Tuhan, itu hanya mimpi...

1 comment:

Please share your thoughts as well... :)

The Readers

Visits

click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Name

Email *

Message *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: