December 13, 2009

"Suka, asal..."

Entah mengapa, beberapa hari ini tubuhku mudah sekali berkeringat, tapi saya menyukainya. Rasanya sehat dan segar. Bicara soal berkeringat, saya jadi teringat suhu udara di kota rumahku berada memang lebih hangat daripada suhu udara di daerah saat ini aku menetap. Namun, saya lebih menyukainya. Pada dasarnya, saya memang menyukai udara yang hangat dibandingkan dengan udara yang dingin. Saya menyukai matahari, asal sinarnya tidak terlalu terik dan menyengat. Sebenarnya, saya juga menyukai hujan, asal saya tidak kehujanan. Saya suka melihat hujan ketika saya berada dalam ruangan berkaca atau bahkan ketika berteduh karena saya tidak kehujanan, tapi masih bisa mencium aroma hujan. Sadarkah kamu bahwa seringkali kita menyukai sesuatu dengan prasyarat ?
"Saya suka, asal..."
Sadarkah kamu bahwa bukan hanya seringkali kita melakukannya, tapi hampir setiap kali? Pernahkah kamu mengatakan:
"Saya suka hujan, walaupun aku kehujanan sekalipun." 
"Saya suka matahari, walaupun kakiku jadi belang-belang."
Saya pernah melakukannya, tapi jujur, sangat jarang sekali... Bagaimana denganmu? Yah, entah mengapa, saya rasa pernyataan "suka-asal" itu sudah mendarah daging dalam pemikiran manusia.
Bagaimana menurutmu? :)

2 comments:

  1. bagaimana dengan "suka, karena", feb?
    kadang mengapa kita suka sesuatu itupun kan alasannya kita ngga tahu. betul? =)

    ReplyDelete
  2. hmm, "suka, karena" itu ada di jalur yang agak berbeda dengan "suka, asal" dan "suka, walaupun", hehe..
    basically, "asal" dan "walaupun" menunjukkan suatu kontradiksi, berbeda dengan "karena".. hoho

    yeah, i think i agree with you about "kadang mengapa kita suka sesuatu itupun kan alasannya kita ngga tahu." :)

    ReplyDelete

Please share your thoughts as well... :)

The Readers

Visits

click me to reveal the contact form

Get in touch with us:

Name

Email *

Message *

We're currently under construction!

We`re working hard and believe we`ll launch the website in: