Entah mengapa, beberapa hari ini tubuhku mudah sekali berkeringat, tapi saya menyukainya. Rasanya sehat dan segar.
Bicara soal berkeringat, saya jadi teringat suhu udara di kota rumahku berada memang lebih hangat daripada suhu udara di daerah saat ini aku menetap. Namun, saya lebih menyukainya. Pada dasarnya, saya memang menyukai udara yang hangat dibandingkan dengan udara yang dingin.
Saya menyukai matahari, asal sinarnya tidak terlalu terik dan menyengat.
Sebenarnya, saya juga menyukai hujan, asal saya tidak kehujanan. Saya suka melihat hujan ketika saya berada dalam ruangan berkaca atau bahkan ketika berteduh karena saya tidak kehujanan, tapi masih bisa mencium aroma hujan.
Sadarkah kamu bahwa seringkali kita menyukai sesuatu dengan
prasyarat ?
"Saya suka, asal..."
Sadarkah kamu bahwa bukan hanya
seringkali kita melakukannya, tapi
hampir setiap kali?
Pernahkah kamu mengatakan:
"Saya suka hujan, walaupun aku kehujanan sekalipun."
"Saya suka matahari, walaupun kakiku jadi belang-belang."
Saya pernah melakukannya, tapi jujur, sangat jarang sekali...
Bagaimana denganmu?
Yah, entah mengapa, saya rasa pernyataan "suka-asal" itu sudah mendarah daging dalam pemikiran manusia.
Bagaimana menurutmu? :)
bagaimana dengan "suka, karena", feb?
ReplyDeletekadang mengapa kita suka sesuatu itupun kan alasannya kita ngga tahu. betul? =)
hmm, "suka, karena" itu ada di jalur yang agak berbeda dengan "suka, asal" dan "suka, walaupun", hehe..
ReplyDeletebasically, "asal" dan "walaupun" menunjukkan suatu kontradiksi, berbeda dengan "karena".. hoho
yeah, i think i agree with you about "kadang mengapa kita suka sesuatu itupun kan alasannya kita ngga tahu." :)